RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
NAMA SEKOLAH : SMP NEGERI 2 KUSUMA BANGSA
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
KELAS/SEMESTER : VIII/1
WAKTU : 2 X 40 menit
A. STANDAR KOMPETENSI
1.
Menghindari
perilaku tercela pada diri sendiri.
B. KOMPETENSI DASAR
1.1 Menjelaskan
pengertian ananiah, ghadab, hasad, ghibah, namimah.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
§ Dapat menjelaskan pengertian ananiah
§ Dapat menjelaskan pengertian hasad
§ Dapat
menjelaskanpengertian ghibah
§ Dapat
menjelaskan pengertian namimah
D. MATERI PEMBELAJARAN
A. Ananiah
Ananiah disebut
juga egois, yaitu sifat yang menilai sesuatu berdasarkan kepentingan diri
sendiri dan meremehkan orang lain. Perilaku ini harus dihindari karena tidak
sesuai dengan ajaran Islam. Islam mengajarkan agar kita senantiasa bertolong-menolong
antar sesama manusia.
Contoh
sikap ananiah adalah:
1. tidak
memiliki rasa kepedulian terhadap penderitaan orang lain,
2. ingin
selalu diperhatikan oleh orang lain,
3. selalu
berusaha untuk menang sendiri dalam segala hal,
4. tidak
memperhatikan perasaan hati orang lain,
5. tidak
mau membantu kesusahan orang lain,
6. orang
kaya yang tidak mau berderma,
7. perokok
di tempat umum.
Sikap
ananiah dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan manusia modern, terutama
kalangan masyarakat atas. Sepintas, sikap ini akan menguntungkan diri sendiri.
Akan tetapi kenyataannya egois hanya akan merugikan diri sendiri, karena hidup
manusia selalu membutuhkan orang lain.
Adapun
bahaya yang ditimbulkan dari perilaku ananiah adalah :
1. menimbulkan
kekecewaan orang lain,
2. merusak
hubungan persaudaraan,
3. memutuskan
hubungan silaturahim,
4. dijauhi
dalam pergaulan dan dikucilkan oleh orang lain,
5. kaku
dalam pergaulan, sehingga sulit mencapai ketenteraman hidup bersama,
6. menimbulkan
kebencian, pertengkaran, dan permusuhan,
7. sulit
menerima petunjuk kebenaran, karena merasa dirinya adalah yang paling benar,
8. berdosa
kepada Allah swt. karena Islam melarang sifat ananiah.
Allah
swt. murka terhadap orang yang tidak mau memperhatikan kepentingan orang lain.
Al-Qur'an mengisahkan tentang Qarun yang tidak mau berderma, lantaran memiliki
sifat egois. Oleh karena itu, marilah kita jauhkan diri kita dari sifat tercela
ini!.
B. Ghadab
Ghadab berarti marah atau pemarah. Ghadab termasuk
sifat tercela, karena marah itu bersumber dari setan. Rasulullah saw. bersabda:
Artinya: Sesungguhnya
marah itu dari setan, dan sungguh, setan itu dijadikan dari api, dan sungguh,
api itu dapat padam dengan air. Jika seseorang kamu marah, segeralah berwudlu.
(H.R. Abu Dawud)
Seseorang
yang sedang marah memiliki kecenderungan tidak dapat mengontrol dirinya. Untuk
itulah sebagai orang Islam harus pandai-pandai mengendalikan diri agar tidak
sampai mudah marah. Orang yang dapat menahan amarah merupakan salah satu ciri
orang muttaqin.
Allah
swt. berfirman:
Orang-orang yang
menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan
amarahnya dan mema'afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat
kebajikan. Orang-orang yang menafkahkan , baik di waktu lapang maupun sempit,
dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan orang. Allah
menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (Q.S Ali Imran:134).
Akibat
buruk dari sikap marah, antara lain :
1.
tidak dapat berfikir tenang dalam menghadapi permasalahan
2.
tidak dapat menyelesaikan permasalahan secara baik berdasarkan pertimbangan
pikiran sehat
3.
jika sering terjadi, dapat menimbulkan tekanan darah tinggi yang
membahayakan kesehatan jasmani dan rohani
4.
sikap ghadab dapat menimbulkan kekecewaan atau sakit hati orang lain
5.
dapat mengganggu ketenteraman masyarakat, dan
6.
dapat menimbulkan kerugian materi, jika disertai dengan perbuatan anarkis.
Oleh
karena sifat ghadab merupakan sifat tercela maka, kita harus berusaha
menghindarkan diri dari sifat tersebut. Sebagai orang yang beriman dan
bertakwa, harus menghindari rasa marah. Meredam kemarahan dengan kesabaran.
Hati yang sabar akan membawa seseorang untuk berpikir secara cermat dalam
menghadapi suatu permasalahan.
C. Hasad
Hasad
adalah iri dan dengki, yaitu sifat dan sikap seseorang yang tidak senang
terhadap orang lain yang memperoleh kenikmatan. Iri dapat menjelma menjadi
dengki. Hasad dapat menjadikan seseorang terganggu ketenangan hidupnya.
Rasulullah
saw. bersabda :
Artinya: “Hasad
itu dapat memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” (H.R. Ibnu
Majah).
Betapa
buruknya orang yang memiliki sifat hasad ini, karena semua kebaikan akan
lenyap. Orang yang memiliki sifat hasad tidak suka apabila orang lain mendapat
kesenangan, kenikmatan dan kebahagiaan. Ia selalu berfikir, mengapa semua itu
tidak jatuh kepadanya?
Contoh
sifat hasad yang harus kita hindari adalah tidak pernah merasa senang kepada
orang lain, dan dia mengharapkan agar kenikmatan yang diperoleh orang lain itu
pindah ke tangannya atau hilang dari tangan orang itu.
Sikap
hasad sangat membahayakan. Sifat ini akan mengakibatkan seseorang menjadi budak
nafsunya dan selalu memiliki keinginan untuk lebih unggul dari orang lain.
Sifat ini tidak saja merugikan orang lain, akan tetapi juga merugikan diri
sendiri. Oleh karena sifat hasad akan merusak ketenangan dan ketentraman hati.
Hasad
merupakan penyakit rohani yang sangat buruk pengaruhnya bagi perkembangan
pribadi. Orang yang berpenyakit demikian akan selalu diliputi oleh keresahan,
kegelisahan dan kecemasan. Pandangan hidupnya menjadi materialistis, sehingga
mudah tergoda dan diperbudak oleh harta kekayaan. Akibatnya dirinya jauh dari
ketenangan dan kebahagiaan.
D. Ghibah dan
Namimah
Ghibah adalah menggunjing. Ghibah seringkali disebut dengan gosip. Allah swt. melarang orang
beriman melakukan perbuatan ghibah, karena ghibah merupakan perbuatan yang
tercela. Allah swt. berfirman:
Artinya :Hai
orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka , karena sebagian
dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan
janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik
kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima
Taubat lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Hujurat: 12)
Perilaku
ghibah diibaratkan oleh Allah seperti memakan daging saudaranya sendiri yang
telah mati. Perbuatan ini sungguh amat jijik. Contoh perbuatan ghibah adalah
menceritakan aib orang lain yang jelas-jelas orang lain tersebut tidak
menyukainya, sekalipun cerita itu benar adanya. Apabila yang diceritakan itu
bukan hal yang benar, maka perbuatan itu termasuk dusta.
Islam
melarang ghibah, karena akan menyebabkan kejelekan dalam hubungan antar
manusia. Akibat ghibah antara lain :
1. merusak keimanan seseorang kepada
Allah swt.
2. menyebabkan penyakit hati, sehingga
menjadi sulit menerima hidayah dari Allah swt.
3. merusak hubungan persaudaraan dalam
masyarakat, karena ada yang merasa sakit hati.
Namimah adalah mengadu domba, yaitu orang yang memiliki kesengajaan untuk mengadu
satu orang dengan orang lain. Perbuatan adu domba sangatlah tercela, seperti
dalam sabda Nabi Muhammad saw berikut.
Artinya :“Huzaifah r.a. berkata:
Rasulullah saw. Bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka adu domba” (H.R. Muslim).
Orang
yang melakukan perbuatan namimah, tidak akan masuk surga sebagaimana sabda
Rasulullah tersebut. Oleh karena perilaku ini mendatangkan bahaya, jangan
sekali-kali kita memiliki sifat tersebut!
E. METODE PEMBELAJARAN
§ Ceramah : metode ini digunakan
untuk memulai kegiatan pembelajaran terutama untuk kegiatan awal.
§ Diskusi Kelompok : kegiatan ini untuk menggumpulakn informasi tentang akhlak
tercela.
F. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN
PEMBELAJARAN
Kegiatan
|
Waktu
|
Aspek Life Skill
Yang Dikembangkan
|
Nilai yang ditanamkan
|
v Pendahuluan :
Apersepsi dan Motivasi :
§
Menanyakan kepada siswa tentang akhlak tercela.
§
Menjelaskan tujuan pembelajaran dan manfaatnya dalam kehidupan
v Kegiatan inti
§
Siswa beradu cepat memasangkan kalimat acak tentang pengertian akhlak tercela. (eksplorasi)
§
Siswa membaca berbagai sumber
tentang akhlak tercela. (Eksplorasi)
§
Siswa saling menilai hasil pemasangan berdasarkan apa yang telah dibaca
tentang akhlak tercela. (Elaborasi)
§
Siswa bertanya jawab dengan guru
tentang hal-hal yang masih belum jelas
(elaborasi)
§
Guru memberikan penguatan tentang kesimpulan akhlak tercela. (Konfirmasi)
v Kegiatan penutup.
§
Guru melaksanakan penilaian lisan
§
Memberikan tugas pengayaan
|
10
50
5
10
5
|
Pemahaman Konsep
|
§
Cinta ilmu, gemar membaca,
kreatif, disiplin, mandiri, ingin tahu, kerja sama
|
G. SUMBER BELAJAR
1.
Buku Materi PAI Kelas VIII
2.
Al-Qur’an
dan terjemahnya
H. Penilaian
Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa
|
Indikator
Pencapaian
|
Jenis Penilaian
|
Bentuk Penilaian
|
Contoh Instrumen
|
§
Cinta ilmu, gemar membaca,
kreatif, disiplin, mandiri, ingin tahu, kerja sama
|
§
menjelaskan pengertian ananiah
§
menjelaskan pengertian ghadab
§
menjelaskan pengertian hasad
§
menjelaskan pengertian ghibah
§
menjelaskan pengertian namimah
|
Tes tulis
Tes Tulis
Tes Tulis
Tes Lisan
Tes Lisan
|
Uraian
Uraian
Uraian
Penugasan
Penugasan
|
§
Jelaskan pengertian ananiah!
§
Jelaskan pengertian ghadab!
§
Jelaskan pengertian hasad!
§
Jelaskan pengertian ghibah!
§
Jelaskan pengertian namimah!
|
Mengetahui
Kepala Sekolah
_________________________
NIP/NIK:
|
.............. , ...............................
Guru PAI
_________________________
NIP/NIK:
|



Tidak ada komentar:
Posting Komentar