Jumat, 27 Juni 2014

Katakan "TIDAK" untuk "PACARAN/BERMESRA-MESRAAN"

pacaran....
pacaran adalah suatu hubungan cinta kasih antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya. dan apabila kita termasuk orang islam tentu tau, apa hukum pacaran.
pacaran adalah cikal bakal zina. kenapa ?? karna setiap manusia mendapat jatah zina, diantaranya zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membanyangkan/gejolak jiwa, dan itu semua biasa dilakukan para aktifis pacaran. lalu...apakah penulis penah pacaran/punya pacar?
dan jawabannya tidak punya pacar, akan tetapi pernah punya 3 pacar (yang penulis akui) dan beberapa gebetan.
sejak 10 juni 2013, penulis tidak lagi memiliki pacar, dengan alasan sudah tidak ada kecocokan dan pacaran yang dilakukan penulis adalah pacaran jarak jauh. namun belakang diketahui bahwa laki-laki mantan pacar penulis yang terakhir ini, sudah melabuhkan cintanya kepada seseorang yang ternyata sudah penulis anggap sebagai adik sendiri. sedih memang rasanya, ketika tau orang yang selama ini mmenemani kita walau sebatas sms dan telepon, berpaling ke wanita lain. Namun, setelah penulis mendapatkan pelajaran dari dosen ketika di kampus, penulis mencoba berdamai dengan hati dan pikiran. untuk mengikhlaskan semuanya. "wanita yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik, begitu pun sebaliknya". itulah yang penulis ingat. kini penulis mencoba untuk memperdalam ilmu, mempertebal keimanan, dan membenahi diri. penulis bukanlah orang yang sempurna, penulis juga seorang manusia yang sama seperti yang lainnya, yang senang bila diperhatikan, disayang dan dicintai. namun, bagaimana islam memandang ini ?? bolehkah kita berbuat seperti itu??

islam tentu melarang aktivitas ini, apapun alasannya. entah itu pacaran sehat, pacaran islami, atau pacaran sekedar kakak adek.  tetap tidak boleh. karena tidak mungkin orang yang berpacaran tidak melakukan hal-hal yang berbau negatif, terlebih orang yang biasa menjalani cinta kasih melalui jalur "pacaran" ini masih bergejolak jiwanya. so..lebih baik kita berusaha untuk tidak menjadi aktivis pacaran, karena Rosul pun tidak mencontohkan kepada umatnya ketika hendak mencari pasangan dengan berpacaran.
kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad, tentu kita akan menghindari dari yang namanya "PACARAN".

2 komentar: